Berita Terkini

KPU Palopo Mulai Start

KPU Kota Palopo mulai start mempersiapkan perhelatan perhelatan pesta demokrasi 2018 mendatang. Sebelum memasuki tahapan, penyelenggara pemilu ini terlebih dahulu melaunching Rumah Pintar Pemilu (RPP). Tujuannya, supaya masyarakat sudah pintar berdemokrasi setelah memasuki tahapan Pilwalkot tahun depan. Launching RPP yang diberi nama Ware tersebut diresmikan oleh Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provensi Sulawesi Selatan (Sulsel), Khaerul Mannan di Kantor KPU Palopo, Jl. Pemuda, Kamis 6 April 2017. Disaksikan oleh Sekkot Palopo, H Jamaluddin Nuhung SH MH, Ketua KPU Palopo Haedar Djidar SH MH, Kasat Intelkam Polres Palopo AKP Andi Yusuf, Kasat Binmas Polres Palopo, AKP Marthen, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Palopo, Asir Mangopo, perwakilan Kejaksaan Negeri (Kejari) Palopo, Made Budiarta, para komisioner KPU Kota Palopo, dan sejumlah pimpinan parpol. Khaerul Mannan dalam sambutannya, mengatakan, RPP merupakan program dari KPU RI. Untuk wilayah Sulsel sendiri, dari 24 kabupaten/kota, hanya 15 kabupaten/kota yang mendapatkan program ini. Salah satunya adalah KPU Kota Palopo. Sampai hari ini, kurang lebih 10 kabupaten/kota yang sudah meresmikan RPPnya. “Gagasan ini dari KPU RI. Ada hal yang ingin kita sampaikan ke publik melalui RPP ini,” kata Mannan. Lanjut dia, itu berkenaan dengan tugas dan kewenangan KPU sebagai penyelenggara pemilihan umum. Baik legislatif, pilpres, maupun pemilu lokal. Baik di jajaran KPU RI, KPU Provensi hingga KPU Kota. “Selama ini, kesan KPU tupoksinya hanya sebagai penyelangagra pemilu. Padahal, ada satu kegiatan yang sangat penting yang menjadi tugas pokok KPU. Salah satunya adalah pendidikan politik,” sebutnya. Pendidikan politik, kata dia, menjadi sangat penting sekali. Pasalnya, salah satu ukuran untuk melihat keberhasilan demokrasi disebuah daerah, salah satu itemnya adalah tingkat partisipasi. “Di kota Palopo, kami melihat tingkat partisipasi sangat luar biasa. Pemilihan umum legislatif saja diatas 70 persen. Kita berharap itu bisa ditingkatkan lagi,” kata Mannan. Hanya saja, ukuran untuk menjalankan program RPP bukan dilihat dari tingkat tinggi atau rendahnya partisipasi itu. Melainkan mengetahui tugas dan fungsi KPU. Dalam hal ini memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. “Sekali lagi, KPU bukan hanya bertugas menyelenggarakan pemilu, tetapi juga memberikan pendidikan politik kepada masyarakat,” sebutnya. Ia mengatakan, kalau masyarakat memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup tentang demokrasi dan pemilu, maka kesadaran untuk berpartisipasi akan muncul. “Kita mendorong, partisipasi bukan hanya pada saat hari ‘H’ datang mencoblos lalu pulang. Bukan seperti itu. Yang kita inginkan dari seluruh aspek kehidupan berdemokrasi, masyarakat bisa memberikan masukan pendapat dan tanggapan terhadap bagaimana proses mekanisme berjalannya demokrasi di sebuah daerah,” jelasnya. Di RRP Ware’ ini, kata dia lagi, masyarakat akan diperlihatkan bagaimana sejarah demokrasi di Indonesia. Mulai dari era orde lama, baru hingga reformasi. Sehingga masyarakat memiliki wawasan dan pengetahuan. “Dari sini masyarakat bisa melihat, mana yang harus dipertahankan dan mana yang harus dihilangkan. Jika tingkat kesadaran masyarakat cukup baik dan pengetahuan yang cukup mumpuni, demikian juga penyelenggara pemilu bekerja sesuai dengan tanggungjawab, profesionalisme dan akuntabilitas kemandirian, netral dan sebagainya, kita sudah membayangkan proses demokrasi berjalan baik,” ucapnya. Sementara itu, Sekkot Jamaluddin Nuhung berharap, agar program RPP Ware’ bisa betul-betul berjalan. Sehingga kedepan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Tentunya pada pelaksanaan pemilu 2018 mendatang. Di tempat yang sama, Ketua KPU Kota Palopo, Haedar Djidar, menyampaikan, kata Ware’ yang melekat pada RPP untuk Kota Palopo, mengandung makna sebagai tempat pengambilan kebijakan yang paling tertinggi disebuah pemerintahan. “Target RPP Ware’ bagaimana memberikan informasi yang strategis kepada masyarakat. Baik informasi bersifat pemilu maupun demokrasi,” ujarnya. Tujuan kedua, lanjut dia lagi, adalah bagaimana cara memberikan edukasi. Ini sangat penting. Setelah RPP Ware’ diresmikan, dia berharap setiap minggu atau bulan, masyarakat ke KPU untuk berbagi. “Melalui RPP Ware’ ini, masyarakat bisa berpartisipasi. Masuk belajar keluar, Insya Allah sudah tahu tentang pemilu dan demokrasi,” tandasnya.

KPU Palopo Luncurkan Ware, Ini Maksudnya

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo, meluncurkan Rumah Pintar Pemilu (RPP), Kamis (6/4/2017). Rumah pintar pemilu tersebut diberi nama Ware'. Dalam bahasa Luwu, Ware' berarti tempat pengambilan keputusan tertinggi. Ketua KPU Palopo, Haedar Djidar mengatakan rumah pintar itu merupakan sebuah gagasan dari pusat yang diimplementasikan di daerah. "Ini merupakan gagasan dari KPU pusat, kami disetiap kabupaten dan kota hanya mengimplementasikan," kata Haedar. Rumah pintar pemilu itu dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti fasilitas audio visual untuk pemutaran film, pameran, serta fasilitas simulasi pemilih. Dalam acara launcing tersebut turut hadir Sekkot Palopo, Ketua KPU Luwu Timur, Luwu Utara dan KPU Provinsi. Kantor KPU Kota Palopo terletak di Jl Pemuda, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.

KPU Palopo Berbenah Sambut Pilwalkot 2018

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo di Jalan Pemuda, terus melakukan pembenahan fisik, jelang Pilwalkot 2018 mendatang. Ketua KPU Kota Palopo, Haedar Djidar menjelaskan bahwa pembenahan tersebut dilakukan di beberapa sisi. Salah satunya adalah pembenahan ruang media centre serta Rumah Pintar Pemilu. "Kami akan usahakan untuk melaunching kedua ruangan tersebut pada bulan ini. Jadi perampungannya kami upayakan secepatnya," jelasnya, Kamis (9/3/2017). Haedar menambahkan bahwa pengadaan Media Center ini, bertujuan untuk mempermudah akses awak media dalam menjalankan tugasnya. "Suksesnya perhelatan pemilu, tidak bisa lepas dari peran awak media," pungkas Haedar. Haedar menambahkan, KPU Palopo diuntungkan dengan jadwal Pilwalkot Palopo yang berada di gelombang ketiga. "Jadi kami bisa mengambil berbagai pelajaran dari dua pilkada serentak sebelumnya," pungkas Haedar.

Berita terkini KPU Provinsi

Lorem ipsum, or lipsum as it is sometimes known, is dummy text used in laying out print, graphic or web designs. The passage is attributed to an unknown typesetter in the 15th century who is thought to have scrambled parts of Cicero’s De Finibus Bonorum et Malorum for use in a type specimen book. It usually begins with:

baru lagi

Lorem ipsum, or lipsum as it is sometimes known, is dummy text used in laying out print, graphic or web designs. The passage is attributed to an unknown typesetter in the 15th century who is thought to have scrambled parts of Cicero’s De Finibus Bonorum et Malorum for use in a type specimen book. It usually begins with: